Sunday, February 10, 2019

Membuat kopi tubruk yang enak (menurut sebuah sumber)

Ada beberapa aturan dalam pembuatan kopi, menurut sebuah sumber di youtube sebagai berikut.
  1. Untuk satu cangkir kopi, beratnya 15 gram.
  2. Lebih baik kopi digiling kasar saja sebelum diseduh. Semakin halus rasa kopi semakin pahit. 
  3. Air panas harus bersuhu sekitar 85C agar kopinya enak 
  4. Perbandingan air dengan kopi adalah 1:12 artinya air yang dibutuhkan adalah 180 ml
  5. Seduhlah dengan menggunakan ketel angsa atau teko yang bermulut panjang khusus untuk kopi, dimulai dari pinggiran gelas baru ke tengahnya sampai airnya 180 ml. Air mendidih mengakibatkan rasa kopinya hilang. 
  6. Selanjutnya biarkan dulu proses ekstraksi terjadi selama 3 menit. Buih yang keluar selama proses penyeduhan kopi pertanda kopi tersebut masih segar.
  7. Intinya, kopi itu tidak perlu diaduk. Nah...
  8. Selamat menikmati 
Nah tentunya ini akan berbeda sekali dengan apa yang saya kira selama ini. Orang tua kami akan complaint ketika menyeduh kopi tidak menggunakan air yang mendidih. Tidak enak, kata beliau, jika kopi diseduh dengan air yang belum mendidih. Setelah kopi mendidih malah diaduk karena kopi dikasih gula. Sebenarnya teknik menyeduh teh juga demikian, airnya tidak boleh sampai mendidih (jika menggunakan air mineral) atau dinginkan dulu air mendidih dengan menyalinkan ke satu atau dua cangkir.

Lalu ditutup dengan komentar pahit tapi manis, kopi itu katanya seperti wanita, tidak pernah salah. Duh... Lalu siapa yang salah? Kata orang Minang, nan salah tu kusia bendi (yang salah itu kusir bendi).. Kok sampai ke sana?



Friday, June 1, 2018

Tata Cara Perpanjangan Paspor per Mei 2018

Berikut ini adalah pengalaman saya mengurus perpanjangan paspor pada bulan Mei 2018. Proses Pengurusan paspor semakin mudah, cuma kita tidak tahu kapan bisa datang ke kantor imigrasi karena harus mendaftar antrian dulu pada aplikasi android. Sarannya lebih baik mengurus paspor itu minimal 3 minggu sebelum keberangkatan ke luar negeri. Kantor imigrasi tempat pengurusan paspor bisa di mana saja karena sistemnya sudah online.

Dokumen yang dibutuhkan untuk perpanjangan paspor
  1. Lembaran dari aplikasi Android Antrian Paspor diprint di kertas A4
  2. KTP asli dan fotokopi di kertas A4
  3. Paspor asli yang akan diperpanjang dan fotokopinya  di  kertas A4
  4. Mengisi formulir yang disediakan oleh kantor imigrasi

Proses perpanjangan paspor
  1. Mengunduh aplikasi Android Antrian Paspor pada Play Store smartphone. Mendaftar dulu dan kemudian akan menerima konfirmasi melalui email. Setelah itu mendaftarkan diri melalui Antrian Paspor. 
  2. Selanjutnya, Anda akan memilih kantor imigrasi yang Anda inginkan untuk memperpanjang paspor di sekitar tempat tinggal Anda. 
  3. Aplikasi Antrian Paspor nantinya akan menentukan jadwal Anda untuk datang dan print lembaran antrian itu dengan kertas A4
  4. Lalu datang di waktu yang dijanjikan.
  5. Pada meja petugas, Anda diberikan satu lembar formulir untuk diisi 
  6. Setelah diisi kemudian akan diberikan nomor Antrian 
  7. Selanjutnya anda akan melewati tiga meja.
    Meja pertama: pemeriksaan dokumen, scan dokumen
    Meja kedua : foto dan sidik jari
    Meja ketiga : wawancara, pemeriksaan ulang dokumen dan kemudian akan diserahkan selembar kertas biaya yang harus dibayarkan untuk pengurusan paspor. Untuk perpanjangan dikenakan biaya Rp. 355.000.- yang harus disetorkan melalui bank atau kantor pos. Pada kantor Imigrasi Banten, ada mobil pos yang menerima setoran tersebut di halaman parkir kantor Imigrasi. Tentu saja ini sangat memudahkan kita.
  8. Membayar biaya perpanjangan paspor di bank atau kantor pos
  9. Selanjutnya kita akan dipersilakan datang tiga hari kerja berikutnya untuk mengambil paspor 
  10. Selesai
Saran
Saya pikir tidak ada salahnya mengisi formulir pada point 4 di atas dilakukan secara online yang terintegrasi dengan aplikasi Antrian Paspor untuk menghemat waktu dan kemudahan entry data di kantor imigrasi itu sendiri. Peserta tentu saja bisa memprint sendiri formulir itu dan menandatanganinya. Lalu diserahkan pada waktu perpanjangan di atas. 

Demikian, suasana di kantor imigrasi tidak lagi begitu sesak seperti yang terjadi pada masa sebelum ini. 


Monday, June 26, 2017

Malam Qadar

Malam Qadar merupakan malam saat Alquran diturunkan kepada Nabi Muhammad. Malam itu merupakan malam yang istimewa yang dikatakan dalam Alquran sebagai malam yang lebih baik dari 1000 bulan atau 83.3 tahun (QS 97:3). Sekarang sudah 1400 tahun lebih umur kitab Alquran semenjak diturunkan. Ini sudah membuktikan bahwa malam ketika Alquran diturunkan telah melewati umur ribuan tahun, jauh melebihi 1000 bulan. Pada ayat lain dikatakan bahwa Alquran itu diturunkan pada bulan Ramadhan (QS 2:185). Dengan demikian, kita mengetahui bahwa malam istimewa atau Malam Qadar itu terjadi pada bulan Ramadhan. Pada surat Alqadar kita bisa mendapatkan informasi lebih lanjut bahwa pada malam itu malaikat dan ruh turun ke bumi untuk suatu urusan. Urusan yang besar, yakni menurunkan Alquran yang digunakan sebagai petunjuk bagi orang-orang yang bertaqwa (QS 2:2).

Ayat Alquran lain mengungkap bahwa jika Alquran ini diturunkan kepada gunung, akan pecahlah gunung tersebut karena kekuatannya (QS 59:21). Manusia sanggup menerima kitab Allah ini dengan jiwa dan raganya. Pasti ada keistimewaan manusia dibandingkan dari ciptaan Allah yang lain di muka bumi. Manusia dijadikan Allah sebagai khalifatul fir ardh (pemimpin di muka bumi). Manusia bisa membikin bumi ini rusak atau terpelihara dengan baik.

Lalu, untuk siapakah Alquran diturunkan? Alquran akan bermanfaat bagi orang yang ingin mendapatkan petunjuk bagaimana menjadi orang yang bertaqwa (QS 2:2). Apakah tanda-tanda orang yang bertaqwa itu? Tanda-tandanya adalah beriman kepada yang ghaib, mendirikan shalat, menafkahkan harta, beriman kepada Alquran, mempercayai kehidupan Akhirat (QS 2:3-4).

Orang yang bertaqwa kelak disediakan surga oleh Allah (QS 3:133). Surga itu merupakan suatu tempat yang indah dan elok. Manusia kekal tinggal di dalamnya. Di surga itu tumbuh bermacam pohon-pohon (QS 36:57) dan sungai mengalir di bawahnya (QS 2:25). Hadits dari Bukhari meriwayatkan bahwa suasana surga itu belum pernah terlihat oleh mata, terdengar oleh telinga dan terlintas dalam pikiran seseorang.

Rabi'ah Al Adawiyah dalam suatu kutipannya yang ekstrim mengatakan bahwa "jika aku menginginkan surga, maka lenyapkanlah surga itu di hadapanku". Beliau sudah mencapai derjat cinta ilahiah yang tinggi. Suatu cinta yang tidak menghendaki apa-apa lagi kecuali balasan cinta dari sang kekasih sejati, Allahu rabbul 'alamin. Sebuah cinta yang melihat suatu pengorbanan terhadap kekasih itu bukanlah sebuah bisnis yang musti ada rugi laba. Pengorbanan bagi seorang pecinta adalah sebuah tindakan cinta yang sering berakhir tragis dalam temali sejarah. Kita melihat ulah pecinta ini sebagai suatu paradoks. Ringis deritanya adalah sebuah senyuman manis dan binar matanya laksana seorang bocah..! 

Indikator cinta berbalas adalah jiwanya yang dilingkupi ketenangan yang dalam. Adakah yang lebih baik dari itu? Yang jelas dalam teks Alquran jelas bahwa yang pertama dicari itu adalah ridha Allah. Oleh karena Allah sudah ridha, kita akan mendapatkan pahala (QS 4:114), menjadi orang yang beruntung (QS 30:38) dan diberikan petunjuk jalanNya (QS 29:69) (sumber). Disinikah cinta dan ridha bertemu?

Saturday, March 25, 2017

Satuan Panjang di Minangkabau

Ada beberapa satuan panjang di Minangkabau, yakni
1. Jangka (jengkal) : jarak antara ibu jari dan telunjuk ketika direntangkan  (kurang lebih 17-19 cm)
2. Eto (hasta) : jarak antara siku dan ujung jari tengah (kurang lebih 44-45 cm)
3. Dapo (depa) : jarak ketika dua tangan direntangkan ( kurang lebih 160-170 cm) 

Ukuran saya pribadi kira-kira begini: sajangka (satu jengkal) 18 cm, saeto 44.5 cm dan sadapo 165 cm. Tentu saja ada variasi individu ukuran-ukuran ini.

Ada beberapa pepatah yang terkait dengan penggunaan satuan panjang, yakni nan sajangka jadi saeto, nan saeto jadi sadapo (yang satu jengkal jadi satu hasta, yang satu hasta jadi satu depa). Adapun arti dari pepatah itu adalah jika suatu cerita atau informasi, pada awalnya sederhana saja, tapi setelah menyebar dan berpindah dari mulut ke mulut akan timbul banyak variasi atau versinya. Tentu saja cerita itu sudah menjadi lebih heboh (dibesar-besarkan) dibandingkan dari kisah sebenarnya.


Saturday, March 11, 2017

Pisau Siraut Berhamon


Sirauik bari bahulu                Pisau siraut diberi hulu atau gagang
Diasah mako bamato             Diatas supaya tajam (muncul mata pisau)
Lauik sajo sajak dahulu          Laut saja semenjak dahulu
Kudian manjadi Pulau Paco    Lalu muncul Pulau Perca (Sumatera)

Pisau seraut atau siraut (dalam bahasa Minangkabau dikenal dengan pisau sirauik) merupakan salah satu bentuk pisau tradisional Indonesia. Pisau ini tidak boleh jadi pakaian seorang datuk atau pemimpin suku. Pakaian seorang datuk adalah keris, yang merupakan simbol kepemimpinan. Saya tidak tahu persis filosofi di balik ini, kalau boleh saya berspekulasi larangan ini mungkin ada kaitan dengan filosofi seorang pemimpin. Seorang datuk diharapkan mengelola sumber daya yang ada apakah itu alam dan manusianya, bukan malah menghabiskan waktu untuk mengerjakan hal-hal teknis yang seharusnya bisa dikerjakan oleh para ahlinya masing-masing. Itu bukan berarti seorang datuk tidak bisa bekerja. Ketika dia "memegang posisi" sebagai datuk, ia harus berpikir layaknya seorang pemimpin negara. 

Pisau siraut juga dikenal di tataran Sunda, masyarakat Dayak Kalimantan dan tentu saja di kawasan lain di Indonesia. Masyarakat Betawi juga memiliki pisau seraut. Ternyata menurut salah seorang anggota Golok Depok, pisau siraut tak hanya untuk keperluan praktis, tapi juga merupakan senjata andalan ketika senjata lain tidak mempan lagi. Pisau siraut berfungsi sebagai alat untuk mengerjakan kerajinan tangan dari kayu secara umum dan tentu saja pisau ini bisa digunakan untuk keperluan lain. Oleh karena pisau ini dikenal umum oleh masyarakat Nusantara, tentunya kita akan mendapati variasi bentuk pisau seraut di antara berbagai suku bangsa di Indonesia.

Ada yang menarik dari pisau buatan salah seorang pandai modern, Dadan Sudjati dari Indonesian Blades tepatnya dari Kampus Bamboe. Dia memberikan hamon pada bilahnya, sehingga terjadilah kombinasi cantik dua budaya, yakni budaya lokal Nusantara dan budaya Jepang. Pisau siraut berhamon tidak dikenal di Jepang dan di Indonesia. Jepang tentu saja punya "pisau siraut" sendiri menurut versi mereka. Tak ada pisau siraut yang diberi  hamon secara tradisional yang dihasilkan oleh pandai lokal di Indonesia. Ini adalah wujud kreativitas yang memadukan dua budaya. Hamon ini adalah tradisi pandai besi dari Jepang. Tujuan dari pembuatan hamon ini adalah untuk memberikan kekerasan pada mata bilah sekaligus kelenturan pada punggungnya sehingga diperoleh pisau yang tajam sekaligus lentur. Teknik ini fungsional untuk sebilah pedang. Menurut kisah, tradisi ini diawali dari Amakuni pada abad ke 7 masehi, kira-kira pada awal abad kerajaan Sriwijaya berkembang di Nusantara. Hamon adalah bahasa jepang (刃文) jika dua karakter ini diterjemahkan secara harfiah artinya adalah pola/corak bilah/pisau (blade pattern).

Pisau seraut berhamon merupakan bentuk dari kreativitas anak bangsa. Dua akar budaya telah ditemukan pada sebilah pisau. Baja dari pisau ini berasal dari SK-5 Hitachi, baja yang mengandung karbon 0.8-0.9% . Kandungan bajanya cukup untuk membuat pisau ini tajam dan berguna, tentu saja pisau ini sebaiknya disimpan dalam keadaan kering karena baja ini tidak seperti stainless steel yang lebih tahan terhadap karat. 

Kayu yang dipakai untuk gagangnya berasal dari akar kayu sonokeling (Indian rosewood, Bombay blackwood atau Java palisander) yang dikenal dengan nama biologi Dalbergia latifolia) (sumber: Wikipedia). Kayu sonokeling tergolong kayu yang keras dan awet, disamping itu, kayu ini juga  menghasilkan iro (pattern) kayu yang cantik. 

Kita mengharapkan agar para pandai besi Indonesia modern tidak hanya menghasilkan pisau-pisau yang bagus, ergonomik dan fungsional tapi juga tetap mempertahankan karakter budaya Indonesia pada karya ciptanya. Pisau tidak hanya sebagai alat yang fungsional tapi juga salah satu perlengkapan penting dalam kegiatan serimonial adat-adat di Nusantara contohnya keris pada pengangkatan datuk di Minangkabau (Sumatera Barat). Adanya sentuhan budaya Indonesia pada karya pandai modern diharapkan akan memberikan ciri khas pada pisau yang hasilkan. Hal ini senada juga diungkapkan oleh Bang Idin, pengasuh Sangga Buana di Karang Tengah, Jakarta Selatan ketika memberikan sambutan pada saat selamatan pendirian workshop Kampus Bamboe di lokasi yang sama tanggal 9 Maret 2017. Pisau-pisau berkarakter tersebut tentunya akan menjadi ciri khas dari karya pandai pisau atau bladesmith Indonesia. Parang atau golok sudah menjadi kosa kata Internasional. Kita berharap pisau siraut tampil menjadi salah satu incaran kolektor pisau internasional sehingga meningkatkan citra pandai besi Indonesia di tingkat Internasional. Semoga.




 

Wednesday, December 30, 2015

Jalan Yang Lurus

Setiap hari seorang muslim meminta kepada Allah setidaknya 17 kali agar selalu ditunjuki kepada jalan yang lurus. Apa itu muslim? Muslim itu diterjemahkan sebagai orang yang berserah diri kepada Allah. Berikut bunyi ayatnya di dalam Alquran 

Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh dan berkata:”Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri” (QS.41:33)
Dan siapakah yang lebih baik agamanya dari pada orang yang ikhlas menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang diapun mengerjakan kebaikan, dan ia mengikuti agama Ibrahim yang lurus Dan Allah mengambil Ibrahim menjadi kesayanganNya. (QS. 4:125)
Semenjak Nabi Ibrahim orang yang memenuhi kriteria di atas, mereka sudah dikategorikan sebagai muslim. Umat sebelum Ibrahim pun demikian juga karena hanya ada satu Tuhan dan pesannya tentu tidak akan jauh berbeda dari zaman ke zaman yakni pesan tauhid dan mengerjakan kebajikan. Nabi Muhammad seperti juga para rasul sebelumnya, diutus Allah ke muka bumi untuk menjadi rahmat pada sekalian alam. llah di dalam Alquran menegaskan tidak ada perbedaan di antara rasul Allah (QS 2:91). Oleh karena itu, mereka membawa misi yang sama menegakkan kalimat Tuhan di muka bumi dan mengingatkan umat manusia untuk kembali ke jalanNya. Rasul itu diutus dalam rangka mewujudkan kesentosaan di bumi ini yang disebut juga dengan kata lain rahmatallil'alamin.

Mari kita lanjutnya, seorang muslim senantiasa meminta jalan yang lurus. Apakah jalan yang lurus itu? Ternyata jawabannya ada pada QS  6:151-153 yang berisikan suruhan dan laranganNya sekaligus:
  1. Janganlah kamu mempersekutukan sesuatu dengan Dia,
  2. Berbuat baiklah terhadap kedua orang ibu bapak, 
  3. Janganlah kamu membunuh anak-anak kamu karena takut kemiskinan. Kami akan memberi rezki kepadamu dan kepada mereka;
  4. Janganlah kamu mendekati perbuatan-perbuatan yang keji, baik yang nampak diantaranya maupun yang tersembunyi, 
  5. Janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) melainkan dengan suatu (sebab) yang benar.
  6. Dan janganlah kamu dekati harta anak yatim, kecuali dengan cara yang lebih bermanfa’at, hingga sampai ia dewasa. 
  7. sempurnakanlah takaran dan timbangan dengan adil.
  8. Dan apabila kamu berkata, maka hendaklah kamu berlaku adil kendatipun dia adalah kerabatmu, dan 
  9. penuhilah janji Allah 
Jika dilihat dari ayat-ayat di atas, berdasarkan tujuannya dapat kita bagi dua saja 
  1. hubungan hamba dengan Allah (hablumminallah) : jangan memperserikatkan Allah (1), ini adalah larangan yang serius dan tidak ada tawar menawar lagi dan satu lagi memenuhi janji dengan Allah (9).
  2. hubungan antara manusia (hablumminannas) : hormat kepada orang tua (2), tidak membunuh anak karena takut miskin dan membunuh orang lain tanpa hak (3 dan 5), tidak melakukan perbuatan keji (4), tidak memakan harta anak yatim (6), menyempurnakan takaran (tidak curang dalam bisnis) (7), berlalu adil tanpa pandang bulu (8).

Meskipun hubungan dengan lingkungan tidak tercantumkan di sini, ayat lain juga telah mengingatkan bahwa Allah melarang berbuat kerusakan pada lingkungan contohnya QS 7:56; 30:41.

Semua jalan itu sanggup di jalani oleh manusia jika mau tapi tantangannya memang berat untuk kita semua.

Allah melarang mengikuti jalan lain, jalan yang akan menceraiberaikan kita dari jalanNya seperti yang diterangkan dalam QS6:153. Output yang diharapkan Allah menempuh jalan yang lurus ini adalah agar kita menjadi orang yang bertaqwa.

Semoga kita termasuk dalam kriteria tersebut atau paling tidak telah menyadari bahwa inilah jalan yang mesti ditempuh agar masuk ke dalam koridor yang benar. Semoga...

Friday, March 14, 2014

Step by step IC50 determination using GraphPad

GraphPad  is very useful software for measuring enzyme kinetics and  for determination of IC50. This time I will show you how to use that software for determination of IC50 of a drug candidate. Let's say that name of the drug is brangin, you isolate it from a tree which has abililty to stop activity of  SDH, an important enzyme of a parasite.

First this is the data you need.

brangin (uM)   SDH (umol/min/mg)
2 147
5 147
10 146
20 145
50 144
100 125
200 96
500 55
1000 17
5000 7
10000 2

copy and paste above data (number only) to your GraphPad. First, open that software, then click
File > New > New Project File , the pop up will come as follow :


Please make sure that you tick the red circle above. The it will show you an empty sheets. Paste the data above under X as showed below. The press Analyse to change your data to logarithmic form.


Then, a window will pop up as follow, and find Transform Number , select Transform, then click OK. If you don't do this step, you will not get IC50 value !. So, this step is important to do. 



Then   tick the option transform X value using X=log(X). There are lots of choices there, you should select X=log(X), the click OK



The the window will automatically change as follow. Look at X value, your X data already change to log form. Then click the icon which I sign with red circle below. If your mouse pointer on that icon, it will show a sentence fit curve with non linear regression.


Then next window will come and find Dose-response - Inhibition, then select log(inhibitor) vs. response (three parameters), then press OK.


And next, you will see the IC50 value as follow:


Then, you can see the graph of IC50 too. Look at left side of display, you will find last file Transform of Data 1 under folder Graph. Click it and you will see a graph as follow:



But you maybe will feel strange with the number below X axes. Don't worry, you can change that number to power 10 by this way. First right click X axes.  Then select Format axes ,


Then, select Number format : Power 10 and click OK



then you will get as you want.




If you want to change label for X and Y axes, just click XTitle and YTitle and title Transform of Data 1, you can change with your own label. GraphPad also has a complete text editor including Greek letter and Wingding symbols too.






Finish. Save that data if you need that.

Please don't care so much about my English, as far as you understand what I write and you can immediately do  IC50 determination. :).



Bukan Sekadar Menahan Lapar: Mana yang Lebih Efektif, Puasa 16 Jam atau Ramadhan?

Pernahkah Anda bertanya-tanya, mengapa pola makan manusia modern justru memicu begitu banyak penyakit? Jawabannya sederhana: tubuh kita masi...